Tentang Bapak dan Najwa

 Najwa Putri Larasati begitu kami memberinya nama
lahir pada hari Kamis Kliwon tanggal 12 Des 2008 tepat setelah azan Zuhur berkumandang.
melalui bedah caesar di RS.Yadika oleh dr.Ismail Singadipoera

melahirkan dgn jalan operasi tdk pernah terbayangkan sedikitpun,
selama pemeriksaan kandungan ke dokter , saya dan janin saya selalu dinyatakan sehat, walaupun selama pemeriksaan
kandungan hanya 1 kali saya di USG , tepatnya ketika kehamilan 7 bulan.
oleh dokter yg meng USG ,dinyatakan bayi saya perempuan dan baik2 saja, tdk terlihat ada kelainan apapun.

15 Deseber 2005
saat saya tinggal menunggu hari kelahiran si kecil, saya diberikan karunia cobaan oleh Allah.
tepat jam 9 pagi, saya sdh harus segera ke kantor bersama suami.
Entah kenapa, bapak tiba2 saja mengeluh tidak enak badan, dan minta pada suamiku utk mengeroknya.
sambil dipijit suamiku, bapak terus saja menyebut asma Allah.
ku lirik jam,angka sdh menunjukan pukul setengah sepuluh, sdh waktunya hrs ke kantor,
entah mengapa aku tdk tega meninggalkan bapak di rumah,
ibu msh di pasar, yg ada di rumah hanya lina adikku.
aku buatkan bapak teh tubruk,  kopi dan susu hangat . Enggak seperti biasanya aku buatkan semua minuman kesukaan bapak.

bapak meminta aku utk mencari adik laki2 aku, yg saat itu sdg keluar rumah.
ku suruh lina utk mencari muji, dan tdk berapa lama muji datang
bapak mengelus2 kepala muji dan berpesan agar dia menurut sama ibu dan kakak2nya.
aku pikir saat itu wajar saya bapak bersikap seperti itu krn saat itu muji sedang bersitegang sama ibu
gara2 dia pacaran dan nggak disetujui sama ibu.

bapak memang seperti itu kalau sedang kepikiran sesuatu….
apalagi sedang memikirkan kami anak2nya…..
namun tdk pernah terbayangkan sedikitpun bahwa pagi itu akan menjadi pagi yg terakhir buat bapak.
tepat jam 10 pagi
bapak menghembuskan napas terakhirnya, di pangkuanku saat aku sdg hamil besar,
aku melihat detik2 terakhir bapak mengahadapi sakaratul maut, semua terjadi begitu saja…..
begitu cepat , tanpa aku sadari….saat aku sdg ada sendiri di sisi beliau…..
td pagi aku masih mendengar bapak bernyanyi2 campur sari kegemarannya,
aku masih melihat bapak menonton acara mqalbu di TV,
bapak masih terlihat sehat2 saja, badannya mash seger, bapak nggak punya sakit yg berat.
aku nggak percaya kalau bapak sdh tiada, aku meradang…..
aku berteriak kalau bapak hanya pingsan, bapak nggak meninggal…….
kenapa bapak nggak menunggu aku melahirkan dulu, kenapa bpk begitu saja meninggalkan aku ….
bahkan bapak nggak sempet minum kopi yg aku suguhkan td pagi.
aku terus berteriak,meradang dan menangis, aku tendang dipan yg disediakan utk meletakan jenazah bapak.
aku begitu histeris, aku sdh tdk ingat akan kandunganku….. rasanya saat itu aku ingin mati bersama bapak….
oleh org2 yg sdh memenuhi rumahku, aku di bawa masuk ke kamar, dan suami ku dgn setia menemani aku,
menunggui aku, memeluk aku.. menghapus air mataku….
aku lihat dia nggak menangis, padahal aku tahu hati nya begitu sedih.
buat suami tercinta , i love u , terima kasih sdh menemani aku disaat2 tersulit dalam hidup ku.
buat teman2 ku yg sdh melayat ke rumah, maafkan aku , krn aku tdk begitu kuat utk dpt menemui tamu2 yg datang melayat.
aku begitu hancur, aku nggak sanggup melihat jenazah bapak….
buat almarhum bapak, semoga beliau tenang di sisiNya.
maafkan kami anak2mu yg selalu saja menyusahkanmu bahkan sampai di akhir hayatmu.

25 des 2005
rasanya sakit sekali, takut terjadi apa2 aku dan suami langsung meluncur ke rs Yadika.
cek dalam, ternyata blm ada pembukaan, nginep semalem di yadika dan aku di minta pulang,
krn mules ku hilang. aku diminta dateng seminggu lg oleh dokter kandungan ku.

29 des 2005

3 hari 3 malem aku nggak bisa tidur, perutku mules luar biasa………..keringat sdh bercucuran,
setiap malem aku jln hilir mudik utk mengurangi rasa sakit, kt dokternya aku disurih balik tgl 31
krn tdk kuat menahan sakit, pagi2 aku ke dokter, cek dalem ternyata blm ada pembukaan juga, padahal sakitnya ya Allah……
dokter minta segera di operasi krn pembukaan msh blm ada juga, bersama dg suami aku memutuskan utk di operasi.
ternyata Allah masih memberikan kami karunia cobaan,
najwa lahir terlilit tali pusar dan  keracunan ketuban, ketuban ku sdh jelek dan berwarna hijau, saat lahir najwa nggak langsung menangis
badan dan kepalanya biru2….ya Allah apa yg terjadi pada anakku, perasaan nggak enak menghantui perasaan ku
kenapa semua terdiam saat aku tanya kondisi anakku…..

setelah kondisi membaik, aku diperbolehkan melihat najwa,
najwa berada di inkubator.,napasnya najwa dibantu dgn selang oksigen, kakinya di infus.
ya Allah najwa kenapa…….

menurut dokter anastesinya nya najwa terlambat di lahirkan, sedikit saja telat ke rs kemungkinan nyawa najwa nggak tertolong lagi….
dgn emosi eyang kakungnya najwa marah, krn sebelumnya aku dan suamiku sdh ke rumah sakit namun di suruh pulang tanpa ada tindakan apapun
bahkan di USG pun tdk….

aku sedih melihat kondisi anakku, najwa begitu tersiksa, napasnya masih tersengal2, setiap oksigen di lepas, badannya langsung merah,tangisnya nyaris tanpa suara.
aku marah, kecewa dan sedih, aku marah dan kecewa kenapa saat aku dtg ke rs yadika , aku disuruh pulang , klo mmg aku ngak bisa lahir normal knp saat itu dokter nggak menyuruh aku langsung operasi tp knp aku malah di suruh pulang….
setelah 5 hari aku berangsur sdh sehat dan diperbolehkan pulang tanpa najwa.
setelah dirawat 7 hari najwa diperbolehkan pulang.

This entry was posted in my family, Najwa. Bookmark the permalink.

0 Responses to Tentang Bapak dan Najwa

  1. maya says:

    Mbak tari, aku turut berduka cita ya atas meninggalnya bapak, meskipun sudah terlambat…..aku bisa merasakan perasaan mbak tari ketika bapak meninggal dan ketika najwa lahir…jika bapak tdk meninggal dan najwa lahir normal spt anak lainnya, mungkin perasaan suka cita yg menghampiri mbak tari dan keluarga…tp ini adalah cobaan hidup yg harus dilalui,dan tak bisa menolaknya….tapi mbak, aku salut sama mbak tari, mbak kuat menghadapi semuanya…hebat…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by WP Hashcash