Cerita dari Sahabat

NajwaDiva

Dear Sahabat….

Menjadi seorang ibu dari anak penyandang CP (Cerebral Palsy) memang tidak mudah.
Diperlukan kekuatan dan kesabaran extra dalam merawatnya.
Perlu mental dan semangat baja untuk dapat melaluinya.
Sekecil apapun perkembangan anak, menjadi sesuatu yg membahagiakan hati.
Mereka tidak minta dilahirkan dlm kondisi seperti ini, namun dibalik kekurangannya
Allah pasti memberikan kelebihan.Pasti ada rencana indah di balik semuanya.Â

Buat para orang tua yang juga mempunyai anak penyandang CP
Allah telah memilih kita sebagai orang tua pilihan yg diamanatkan anak2 yang luar biasa.
Terkadang ada rasa takut, sedih dan kecewa,itu adalah manusiawi sekali,
namun kita tidak boleh berlarut-larut dalam kesedihan itu,
kita harus bangkit buat anak-anak kita, berusaha dan melakukan yg terbaik.

Sejak Najwa di diagnosa CP, saya mencari informasi di internet dan mlist,dalam masa pencarian itulah saya berkenalan dengan para orang tua yg anaknya mengidap CP juga.
Lewat Blog ini sahabat-sahabat saya pun bertambah, kami saling sharing, support  dan saling menguatkan

Atas izin dari sahabat2 saya tersebut saya akan membaginya dengan anda.
Ada Najwa ,Neira, Bastian, Diva,Alisa dan mungkin teman-teman yang lain, yang akan bergabung dengan kami.

Cerita Mamah Rita di Kota Wisata- Cibubur ,tentang anak keduanya ,Diva ,6 tahun penderita CPÂ

Langsung aja ke cerita ya Mbak,….

Mengenai anakku Diva,….aku baru tau kalo dia adalah anak CP (Cerebral Palsy)
pas dia dah berumur 4 tahun,…….
Awalnya aku curiga karena pas dah umurnya 1 tahun Diva belum bisa berjalan,…tungkai kakinya lemes dan belum bisa bicara,….tapi sayang dokter anaknya waktu itu Dr Rahmat dari RS Jakarta menganggap sebagai keterlambatan biasa saja. Akhirnya aku menunggu sampe 6 bulan kemudian dan balik ke Dr. Rahmat dan finally dirujuk ke dokter ortopedi karena curiga ada kelainan di tulang kaki Diva.

Pas di periksa oleh dokter ortopedi RS Jakarta (Dr Sri Suwondo) di vonis ada kelainan tulang tumit sebelah kanan lebih pendek sehingga harus dilakukan operasi perpanjangan agar menjadi seimbang. Bodonya aku Mbak,…aku tidak mencari second opinion dari dokter laen,…karena notabene Dr Sri Suwondo juga adalah Dr ahli di RS Tulang Siaga…dan kami melakukan operasi itu pas umur Diva 1.5 tahun.

Pasca operasi Diva memang bisa berjalan, tapi pertumbuhan tulang kaki kanannya melengkung ke belakang dan terlihat seperti lebih panjang dari yang kiri. Aku bingung,……
Di sisi lain perkembangan bicara, emosi dan intelektual serta motorik Diva juga sangat lambat jika aku bandingkan dg kondisi anak normal seusianya.

Aku coba bawa Diva ke RS Tumbuh Kembang,….tapi aku belum tahu apa yang sepenarnya terjadi pada Diva,….dia tidak autis hanya mengalami ketelambatan perkembangan kata Psikolog dan Dokter Syaraf yang menangani. Aku belum melakukan terapi,……..Aku menuruti nasihat mertuaku untuk ikut pengobatan alternative di Magelang,….karena banyak pasien yang berhasil ditangani. Hampir 8 bulan aku tiitpkan Diva ke mertuaku di Magelang untuk melakukan pengobatan altenatif dg dipijit dan terapi syaraf. Alhamdulillah ada sedikit perkembangan, stidaknya mata Diva sudah keliahatan lebih berisi,….mampu menatap orang laen,….nyambung bila diajka bicara meskipun kosakatanya belum begitu banyak. Intinya Diva mengerti apa yang kita
bicarakan tetapi dia tidak mampu mejawab dg kata-kata karena keterbatasan
kosakatanya.

Pas usia masuk playgroup Diva aku ambil ke Jakarta kembali,….dan atas saran temen aku periksakan kembali kondisi kaki Diva ke dokter ortopedi anak Prof Ucok di RS Medistra.
Prof Ucok,…menyayangkan tindakan operasi karena seharusnya langkah pertama koreksi dilakukan dg sepatu ortopedi. Namun Dr Ucok masih berharap kita bisa memulainya kembali,…kami harus melakukan MRI untuk mengetahui penyebab kelainan kaki Diva untuk dapat melakukan tindakan yang tepat. Dan baru dari hasil MRI itulah setelah Diva berumur 5 tahun aku baru tahu anakku kena CP,….mungkin karena lahir terlambat saat itu. Akhirnya Diva pakai sepatu ortopedi dan bolak balik ke Dr ucok sampe dengan satu tahun. Setelah satu tahun tidak ada hasil,…DR Ucok menyarankan dilakukan operasi atas kaki kirinya untuk mengkorksi shg balance dg yang kanan dan kaki kanan dipasang
penyangga untuk menahan lengkungan.

Mbak Tari sampe detik ini aku belum memutuskan apakah aku akan melakukan operasi itu ato nggak,…..terus terang aku trauma dg operasinya yg pertama.Usahaku mandeg.

Diva sekolah di TK Kak Seto Cibubur,…oh ya aku tinggal di Legenda Wisata
Cibubur …….tapi Diva belum banyak kemajuan,….baru bisa menyanyi lagu pendek,….dan menghapal angka dari 1 s.d 11…….hehehe……..tapi dia suka lagu nidji dan dah suka ngaca2 sendiri lo kali lage nyanyi,………(hi hi ,……..lucu banget).

Aku dah coba nyari temapt terapi tapi entah kenapa sampe detik ini aku belum melakukannya………sementara aku tahu aku harus berkejaran dg waktu….Makanya Mbak,…rencanaya aku mau pindahin Diva ke sekolah khusus yang disitu dah ada full terapi buat dia,…ya okupasi,…ya sensori Integrasi,…ya wicara……..ya ….emosi,……..tapi yang lokasinya di Jakrta SElatan atou Timur gitu lo Mbak,……….

Begitulah cerita dari mamah rita, apakah sahabat bisa bantu mamah Rita dlm memilih tempat terapi dan sekolah yg bisa mengakomodasi anak2 CP…?

Cerita Mamah Tari tentang Najwa, 2 tahun

Awalnya Najwa terlambat di lahirkan, saat itu aku sdh masuk RS Yadika tanah kusir  ada  hari senin tanggal 26 Des 2005 namun krn tdk ada pembukaan, tanpa di lakukan usg aku disuruh pulang dan diminta kembali lg hari Sabtu krn sdh mules dan nggak tahan, aku ke RS Yadika lagi hari kamis tgl 29 Des 2005. Melihat kondisi aku yg sdh mules banget dan belum ada pembukaan juga, akhirnya aku di operasi tapi anakku terlanjur keracunan ketuban,kondisi tubuh najwa membiru dan tdk menangis, masuk ICU di oksigen selama 7 hari.Menurut dokter anstesinya anakku terlambat di lahirkan. Aku menyesal tindakan dokter yg meyuruh pulang saat aku sdh ke rs yadika pd tgl 26 des.

Usia 3 bulan najwa sudah bisa tengkurep, namun yg membuat aku khawatir, mata kanan Najwa tdk simetris, kata orang itu krn salah lampu. Usia 7 bulan najwa sudah bisa bolak balik dan berguling2…..pada fase ini aku tdk begitu khawatir .Namun ketika Najwa sdh berumur 10 bulan, Najwa belum bisa duduk dan merangkak Saat itu Najwa sudah bisa merayap, namun hanya kaki kirinya yg kuat menahan, kaki kanannya terlihat kaku sekali
sungguh aku khawatir sekali, aku cari informasi di mlist2 dan internet, point yg aku dapet adalah, kemungkinannya krn hanya telat atau ada gangguan lainnya utk memastikannya hrs dilakukan observasi oleh dokter anak specialis syaraf. Akhirnya Najwa aku bawa ke dr.dwi putro widodo di RSPI . Dr Dwi menyarankan Najwa utk menjalani serangkaian test, CT scan , EEG , bera dan memberikan rujukan ke dokter mata
saat itu aku sdh mengumpulkan informasi mengenai CP dan berharap semoga Najwa hanya telat saja.

dari hasil testnya di dapet kalau perkembngan syaraf otak Najwa mengalami gangguan, volume otaknya belum penuh seperti anak2 normal lainnya.
hasil test EEG : normal
test mata: julingnya di sebabkan dari syaraf otaknya (CP)
test bera : blm dilakukan , sejauh ini Najwa cukup merespon ucapan2 dari sekitarnya

walaupun aku sdh memprediksikan hasilnya dan mempersiapkan mental, namun ternyata aku down juga….
apa yg menjadi kekhawatiran aku terjawab sudah mba….
namun aku bersyukur telah mengetahui kondisi Najwa sebenarnya dan menyeaslkan kenpa dokternya dulu tdk menginformasikan kalau kemungkinan
perkembangan anak kami akan terganggu spt ini…kalau saja kami tahu lebih awal, mungkin Najwa akan lebih cepat tertangani

usia 10 bulan Najwa terapi di Klinik Pela 9 sampai usia 1,5 tahun
perkembangannya tdk banyak,namun Najwa sdh bisa panggil papah, mbah  dan bude….
sampai akhirnya aku berkenalan dengan seorang ibu yg anaknya menderita CP krn meningitis(radang selaput otak)
anaknya namanya alisa, waktu di terapi di RSCM usia 1,6 tahun, dalam keadaan seperti bayi , tdk bisa apa2 dan lemes.
Sekarang alisa sudah hampir 5 tahun, sdh berlari2 , lincah dan pandai manyanyi, aku terharu melihatnya mba…..
belum lama ini kita copy darat di Cipto.

selain terapi, Najwa juga aku bawa ke pengobatan alternatif, pijit syaraf di Batan-serpong
entah kebetulan atau tdk, setelah pijit syaraf Najwa jadi sering kagetan, yg aneh adl kaget2nya itu di bagian tubuh sebelah kanan
dokter dwi khawatir itu kejang, biasanya kejang srg ditemui oleh anak2 CP. dokter menyarankan Najwa utk EEG

Namun belum sempet kami melakukan test EEG Najwa mengalami kejang dan di rawat sampai 2X di RSPP
saat di RSPP inilah EEG dilakukan dan alhamdulillah hasilnya normal
selang sebulan setelah dirawat di RSPP kaget2 yg Najwa alami berangsur2 berkurang  dan sekarang sudah hilang sama sekali.
di RSPP,Najwa ditangani oleh dr Moelyono

Usia 17 bulan ,Najwa aku bawa ke dr Luh di RSCM
dokternya baik dan informatif, menurut dr.Luh  tingkatan koordinasi Najwa sdh berada di level yg tertinggi dalam artian refleks utk melangkahnya sdh ada
melihat arah kaki Najwa yg masih salah dan kaki kanannya lebih pendek dr yg kiri,
dokter Luh juga mengharuskan Najwa memakai sepatu ortopedik (AFO) yg harus kami beli di Cipto.

Saat ini Najwa sudah 2 tahun, masih terapi di RSCM.
Perkembangannya lumayan pesat, saat ini Najwa sudah bisa duduk sendiri,merangkak, berdiri pegangan dan merembet.
Kami tak henti2nya bersyukur atas perkembangan Najwa
sekecil apapun perkembangannya selalu saja membuat kami berbangga  hati
Â

[to be continued]

This entry was posted in Cerebral Palsy (CP), Najwa. Bookmark the permalink.

17 Responses to Cerita dari Sahabat

  1. sangnanang says:

    Sungguh cerita ruaar biasa, kalian memang para ibu perkasaa…
    Tapi maap nggak bisa bantu je

    Btw, Mamanya Diva itu asli Magelangnya mana nggih?
    kebetulan saya juga orang Magelang

  2. margatama says:

    mamah diva, aslinya Magelangnya dimana, mas nanang nanyain tuh..?

  3. rita says:

    Sebenernya yang asli Magelang itu suami aku Mas Nanang,……sekarang mertuaku tinggal di Dusun Sempu Tempuran……..tapi sebelum almarhum mertuaku meninggal, pernah tinggal di komplek Panca Arga.

    Mas Nanang Magelangnya pundi nggih?

    Kalo saya asli dari Trenggalek Jawa Timur…

    Untuk Mbak Tari thanks ya dah posting ceritaku,……….

  4. Hanni says:

    Aku yakin, anak-anak istimewa Alloh titipkan pada orangtua yang istimewa juga. InsyaAlloh, kalian senantiasa dianugerahi kekuatan, lahir dan batin, buat mendampingi anak-anak tumbuh besar.. kelak jadi manusia yang berhati utuh, penuh cinta dan bermanfaat buat sesamanya.. aamiin!

  5. margatama says:

    Berita dari mba Rita

    Diva sudah di bawa ke dr.Luh di klinik anakku Kelapa Gading
    selama 1 jam di observasi, menurut dr.Luh operasi pada kaki Diva tdk diperlukan, dokternya menyarankan diva utk memakai sepatu AFO, yang dapat langsung di pesen di klinik Anakku.

    Dr.Luh juga mereferensikan utk menyekolahkan diva di aljannah-cibubur
    sekolah sekaligus terapi.

    berikut pemeriksaan diva :
    Pemeriksaan fisik dari cara berjalan,………terus bentuk tulang kaki,bawah,dan tulang paha atasnya,……….diraba tumit dan telapak kakinya…….., Diperiksa tulang pinggulnya,…….,Badan terlentang,…………terus salah satu kali ditekuk keatas,…….ternyata kaki kiri yg posisinya lurus ikut terangkat,.begitu juga sebaliknya,…….. Terus ketika kaki menekuk diraba bagian paha depan dan belakangnya.

    Terus dites responsifnya,…………
    Sebenernya kemampuan reseptif dan ekspresifnya masih plus tapi tidak cukup
    untuk anak seusia Diva,………
    Jadi teteap haru Terapi Wicara, Okupasi,Sensori Integarasi,………
    Tamabah terapi dirumah dengan gerakan memanjat, merangkat,

    ayunan,bersepeda,berenang

    Terimakasih untuk sharingnya,……..aku yakin mulai hari ini kita adalah
    teman,…….semoga…….

  6. rita says:

    Berita dari mba Rita

    Diva sudah di bawa ke dr.Luh di klinik anakku Kelapa Gading
    selama 1 jam di observasi, menurut dr.Luh operasi pada kaki Diva tdk diperlukan, dokternya menyarankan diva utk memakai sepatu AFO, yang dapat langsung di pesen di klinik Anakku.

    Dr.Luh juga mereferensikan utk menyekolahkan diva di aljannah-cibubur
    sekolah sekaligus terapi.

    berikut pemeriksaan diva :
    Pemeriksaan fisik dari cara berjalan,………terus bentuk tulang kaki,bawah,dan tulang paha atasnya,……….diraba tumit dan telapak kakinya…….., Diperiksa tulang pinggulnya,…….,Badan terlentang,…………terus salah satu kali ditekuk keatas,…….ternyata kaki kiri yg posisinya lurus ikut terangkat,.begitu juga sebaliknya,…….. Terus ketika kaki menekuk diraba bagian paha depan dan belakangnya.

    Terus dites responsifnya,…………
    Sebenernya kemampuan reseptif dan ekspresifnya masih plus tapi tidak cukup
    untuk anak seusia Diva,………
    Jadi teteap haru Terapi Wicara, Okupasi,Sensori Integarasi,………
    Tamabah terapi dirumah dengan gerakan memanjat, merangkat,

    ayunan,bersepeda,berenang

    Terimakasih untuk sharingnya,……..aku yakin mulai hari ini kita adalah
    teman,…….semoga…….

  7. Umi Athiah says:

    Dear mama diva,

    Pada saat Diva setelah menjalankan operasi, apakah Diva merasakan rasa sakit setelah operasi tsb ?

    Dari

    Umi Athiah

  8. mama_sasya says:

    salam kenal mbak, saya ingin berbagi cerita. Saya berdomisili di Palembang. Sasya anak saya skrg berumur 1 tahun. lahirnya prematur usia kehamilan 30 minggu. Sebenarnya dia lahir kembar, namun hanya berselang 32 jam Tuhan memanggil kembarannya. Sasya lahir dengan berat 1,5kg. Perjuangan yg cukup berat utk kami krn sasya harus dirawat slm lbh kurang 1,5 bln di NICU. Pada saat lhir dokter mendiagnosa sasya terkena perdarahan otak.
    Pada saat pulang, sasya berumur hampir dua bln dengan BB:1,750kg. Yang ada dlm pikiran kami saat itu adalah bagaimana caranya untuk menaikkan berat badn sasya dengan cepat spy mjd normal. Kami belum memikirkan ttg perkembangan motoriknya saat itu.
    Pada saat berumur 8 bulan sasya tiba2 kejang (seperti kaget yg berulang), kami lsg membawanya ke dsa bag syaraf, setelah memeriksa dokter mengatakan sasya mengalami keterlambatan. Seharusnya umur 8 bln dia sdh bisa tengkurap tp ternyata dia belum bisa apa2. Akhirnya dokter memberikan obat untuk menghilangkan kejang dan menyarankan CT-Scan.
    Setelah 1 minggu minum obat tersebut tidak menunjukkan perubahan, sasya semakin sering kejang. Kami pun panik. Akhirnya org tua menyarankan untuk membawa ke singapura.
    Di singapore sasya di beri vigabatrin. alhamdulilah kejangnya hilang. Dokter menyarankan melakukan MRI, dan EEG. Hasilnya sangat membuat kami syok, pd hasil MRI dokter mengatakan ada cedera di beberapa syaraf otak yg tdk dpt disembuhkan lg. Harapannya tgl mengaktifkan syaraf2 lain yang masih bagus mll stimulasi dan gizi.
    akhirnya dokter merujuk sasya ke seorang fisiotherapi di daerah tanglin road. Disana kami diberi semacam program Home exercise yg hrs dilakukan selama kami pulang di Palembang. Setiap 2 bln kami hrs kontrol kesana.
    Saya sdh pernah coba untuk mencari tmpt fisiotherapi di Palembang ttp tdk ada yang bagus.
    Saat ini sasya sdh berumur 1 tahun, tp belum memiliki perkembangn yg berarti. Kepalanya bs tegak ttp belum terlalu kuat. Dia belum bs tengkurap, apalagi duduk atau berjalan ttp sdh bs memiringkan badan. Matanya pun belum terlalu fokus. terkadang masih kosong. Sedih memang, tp saya berupaya utk sll kuat menghadapi cobaan ini.
    Duh… maaf nih mbak curhatnya kelewat panjang ya…..
    Terima kasih banyak ya…. saya mohon kalo ada saran….

  9. Happy (mama Alyssa&Alycia) says:

    Dear Mama2 yg baik,

    Trima kasih info di tampilkan amat sangat membantu saya.
    Anak saya (Alyssa & Alycia) kembar lahir prematur dan dg berat badan sangat kurang (1,2 & 1,5 kg). Sekarang mereka sudah 1,5 thn dan Alycia terdeteksi CP sekarang sudah 3 bln menjalani fisioterapi di klinik anak pela 9.
    Senang sekali akhirnya saya bisa dpt info dr mama2 sekalian.
    Mudah2an Allah selalu mendampingi kita dalam menjaga dan mengoptimalkan kemampuan anak2 kita.. amin….

  10. Indria says:

    mamah najwa yang baik,
    saya bunda aisha, skrg usia 15bln didiagnosa cp spastik hemiplegia. saya mo nanya, biasanya anak penyandang CP disarankan memakai sepatu AFO usia berapa tahun? dan disaat sudah bisa apa?
    soalnya aisha masih belum disarankan memakai sepatu AFO karena masih belum bisa bangun sendiri dari posisi terlentang.untuk saat ini sudah bisa berguling bolak balik dan bisa didudukan tanpa sandaran .
    terima kasih, mohon sarannya

  11. bunda nisa says:

    assalammualaikum wr wb

    anakku nisa 3 tahun 7 bulan sampai saat ini juga belum bisa berjalan dan bicara. masih diterapi fisik dan okupasi. nisa lahir terkena virus rubella dari saya sewaktu hamil. hasil ct scan menyatakan adanya spot diotak berupa pengapuran. dan imbasnya adalah motorik and speech delayed.

    nisa baru bisa merangkak dan duduk kurang lebih umur 2 tahun. sekarang bisa berdiri pegangan tapi kaki kirinya belum menyangga dengan baik dan masih suka menyilang. masih ada kekakuan di paha dalam dan pinggul kata terapisnya.

    utk mama sasya dipalembang ada kok terapis bagus, saya juga dipalembang kok. saya terapi dengan pak ari hidayat di ypac plg kepala medisnya (panggil kerumah), suster alice (rs charitas) dan bu rahma utk okupasi dari rsmh bag tumbuh kemabg. dengan suster dari charitas nisa mulai dari nisa cuma bisa terlentang sampe bisa merangkak…..

    buat bunda2 yang lain….tetep tabah, tetap kuat dan tawakal menghadapi cobaan ini. yakin Allah pasti punya maksud lain dibelakngnya.

  12. umi rosy says:

    Salam kenal buat mama-nya Najwa. saya salah satu ibu yang mempunyai putri penderita CP dan berada di kota kecil yang belum memfasilitasi penderita CP. Dan saya hanya orang yang berkecukupan tidak lebih. Saya sangat ingin berbagi secara personal, mohon terima saya sebagai teman anda, trimakasih… minta alamat email nya …

  13. elin says:

    Salam kenal buat semuanya..aku sebenarnya lagi iseng browsing internet karena sebenarnya aku malas terlalu tau banyak tentang diagnosa dokter ttg anakku. anakku di diagnosa kena spastik diplegia (kaku otot pada kedua kakinya), tp katanya sich tdk kena CP. (ini aku masih rancu,krn setiap aku search di google mengenai spastik diplegia, pasti CP jg ikut muncul). Katanya penyebabnya krn anakku terlahir prematur. Chesa lahir diusia kehamilanku 28 minggu, berat chesa saat itu hanya 1,285 kg. dan mendapatkan perawatan di rs selama hampir 2 bulan. Sejauh ini perkembangan motorik halusnya dia tdk bermasalah, dia bisa mengoceh dan sudah mengenali org2 disekitarnya. Cuma yg mengkhawatirkan adalah perkembangan motorik kasarnya. Sampai usia menginjak 1 tahun ini dia masih blom bisa terngkurap dan duduknya jg tdk bisa stabil. Chesa sudah terdeteksi mengalami gangguan perkembangan motoriknya memasuki usia 8 bulan. Jadi saya sudah memasukkannya ke tempat terapi mulai dari usia 8 bulan. Sampai sekarang dia masih blom terlalu banyak perkembangannya. Banyak org yg menyarankan bermacam2 saran, sampai aku pusing sendiri. Aku jg sudah membawa ke dokter luh Wahyuni. Dokter ini benar2 sangat baik sekali..dia tidak menjatuhkan mental orang tua saat membicarakan permasalahan perkembangan motorik anak saya. Ya..skarang saya pokoknya tetap optimis dan menyerahkan semua jalan yg terbaik dari Tuhan. Kita sebagai orang tua selalu akan berusaha yg terbaik untuk anak. Saya yakin anak saya akan dapat mengatasi statis diplegia nya. Pokoknya untuk ibu2 yg mempunyai anak yg unik..harus semangat…jgn pesimis, jgn sedih…semua pasti baik pada akhirnya!!

  14. nuri says:

    ibu najwa salam kenal donk sya mau sharing

  15. Titin says:

    subhanallah, sungguh ga bisa saya baca sampai habis…air mataku menggenang 🙁

    but saya sangat bangga sekali atas upaya bunda 🙂 semangat ya bun…semoga kelak keadaan jauh akan lebih baik. insyaallah pertolongan Tuhan YME akan selalu ada, dan pasti Tuhan menghitung setiap airmata dan usaha yang bunda dan ayah lakukan.

    saya salut sekali….hiks.

  16. renny yunizar says:

    Ass. Salam kenal semuanya, putri kami 8 tahun juga cp tapi baru ketahuan usia 5tahun selama ini diagnosanya hidrosefalus. 8 tahun lalu kami sekeluarga mengalami kecelakaan putri kami yg masih bayi mengalami pendarahan di otak kecil, koma selama1minggu dgn tubuh yg sudah membiru saat itu kami pasrah pada ketentuan Allah,namun Allah masih memberi putri kami kehidupan hr k 7 putri kami sadar, 3 bln d rumah sakit putri kami menjalani operasi pemasangan selang kecil dr kepala sampai k perut(tdk tau istilah dokternya apa).1minggu habis operasi d bolehkan pulang, aduh bahagianya bisa plg. Dokter hanya menyarankan kontrol 1bln sekali dan selalu di resepkan obat yg sama dan dokter tidak pernah mengatakan bahwa anak kami cp dan tidak pernah menyarakan untuk melakukan fisioterapi, klu ingat itu s
    aya berfikir betapa bodoh kami, tapi itu semua sekenario dari Allah ygharus kami jalani. Akhir kami melakukan pengobatan alternatif untuk putri kami dan pada usia 5 tahun kami mendapat informasi dr tetangga bahwa ada pengobatan untuk anak seperti putri kami, kemudian kami membawa putri kami k tempat tersebut dan di tempat itulah kami mengetahui bahwa anak kami cp dan bisa di bilang sudah telat karena otot ototnya sudah mengeras,pergelagan kaki sudah bengkok, tanggan tidak bisa d luruskan tapi tidak apa dari pada tidak sama sekali TandanyaAllah sangat sayang kepada kami.1thn melakukan fisioterapi ada kemajuan tapi sedikit tetap semangat. Bulan maret2013 putri kami mejalani operasi karena alat yg di pasang d kepala sudah tidak berpungsi untuk memompa cairan d kepala supaya keluar melalui selang. 5hari habis operasi di perbolehkan pulang, 2bulan kemudian mengalami infeksi d mana selang itu d tanam ya Allah kuat hambamu ini. Selama itu kami bolak balik kerumah sakit k dokter anak cek lab semua hasil negatif kembali lg k dokter bedah syaraf blg tidak apa-apa. Kurang lebih 5 bln kami bolak balik rumah sakit dan mengkosumsi obat. Akhir saya bilg k suami kita rawat di rumah, saya browsing d internet bagaimana menangani infeksi anak kami, alhamdulillah 6 buln kemudian luka sedikit sedikit membaik, saat ini masih pemulihan secara total karena kulit pelindungnya belum terbentuk dan kulitnya masih merah. Cepat sembuh syifa hbs lebaran kita terapi lg.

  17. ipan says:

    slm kenal.sy org tua dri anak yg di diagnosis cp..sy dri kota kecil..umur anak sy 5 thn n blm bs ap2.mhon info ny dri ibu2 mksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by WP Hashcash