Mikrosefali tidak selalu CP

Mikrosefali adalah keadaan dengan ukuran lingkar kepala lebih kecil dari ukuran baku
tadinya saya berpikir bahwa mikrosefali itu selalu identik dengan CP
namun ternyata anak yang menderita mikrosefali dan terlambat dalam perkembangannya belum tentu itu adalah CP.

Seperti yang di tuturkan mamah Yulia tentang anaknya putri keduanya , Kiya.
Kiya berusia 2 tahun 4 bulan, saat usia 20 bulan kiya sudah bisa duduk tegak, bulan lalu sudah merangkak dan rembetan, namun sampai sekarang belum bisa berdiri sendiri dan berjalan. Kiya sangat aktif dan mengarah ke hiperaktif, berat badannya normal hanya lingkar kepalanya lebih kecil dari ikuran standart.

Saat kiya 11 bulan, dan dari hasil CT Scannya dokter syarafnya memvonis ini sebagai keterlambatan biasa saja bukan CP dan tidak merekomendasikan utk fisioterapi, dari hasil tes 10 perkembangan anak, kiya dinyatakan normal.
Namun perkembangan motoriknya dan wicaranya lebih lambat dibanding anak seusianya.
Oleh dokter syarafnya , Kiya dinyatakan bukan CP , kiya normal , hanya saja perkembangannya memang telat.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, mamah Yulia membawa Kiya ke dr.Luh di RSCM
dari hasil observasi, otot2 kiya bagus, lentur dan tidak kaku, dr.Luh menyatakan bahwa kiya memang bukan CP melainkan mikrosefali.
keterlambatan motorik dan wicara nya disebabkan dari mikrosefalinya.
kemungkinan besar, menurut analisa sementara dr luh, mungkin korteks di otak kiya yang rusak, pas di bagian syaraf bicara
Saat ini kiya diharuskan memakai sepatu AFO utk mengatasi kebiasaan kakinya yang jinjit.

This entry was posted in Cerebral Palsy (CP). Bookmark the permalink.

10 Responses to Mikrosefali tidak selalu CP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by WP Hashcash