Cerita dari Sahabat part III – Neira

Neira

Berawal dari mencari info tentang CP di sebuah mlist anak
kemudian mendapat respon dari beberapa orang tua yang juga mendapat anugrah anak CP. Salah satunya dari seorang ibu yang bernama mba Maya.

Entah ini suatu kebetulan atau memang sudah di takdirkan demikian adanya
kami saling bertukar email dan ym, selanjutnya kami saling sharing mengenai perkembangan anak masing2.
kebetulan mba Maya juga di anugrahi anak CP seumuran dengan Najwa yang cantik dan lucu bernama Neira.

Pertemanan kami cukup unik karena terlalu banyak kebetulan2 yang terjadi.
kebetulan yang pertama adalah kami sama2 baru punya satu anak , perempuan, usianya sama.
kebetulan yang ke dua adalah ternyata rumahnya eyangnya najwa satu komplek dengan rumahnya eyangnya neira.
walau rumah orang tuanya mba maya ini berdekatan (beda blok ) dgn rumah orang tuanya suamiku, ternyata mereka nggak saling kenal…hi..hi..hi…
karena rumah eyang2 kami yg berdekatan inilah, akhirnya kami memutuskan untuk bertemu alias copy darat he..he..he..
kebetulan yang ketiga adalah sahabat baiknya mba maya ini married dengan sahabatnya suami ku, walah……dunia memang tak selebar daun kelor.
kebetulan yg lainnya adalah mba Maya ternyata kenal dgn teman2 SMA ku yg tinggal di kompleks yg sama.
weleh..weleh…..

Banyaknya persamaan2 di antara kami, membuat kami saling sharing dan curhat terutama sekali masalah anak he..he..he..
atas izin mba Maya, saya akan posting ceritanya Neira yang di tulis oleh mba Maya sendiri.

Mba Maya makasih ya….tetap semangat.

ABOUT NEIRA (Anakku tercinta)

Tepatnya hari Selasa, 6 Desember 2005 pukul 00.15 wib di Rumah Sakit Ibu dan Anak daerah BSD, lahirlah anakku tercinta Neira Shafa Putranti dengan berat badan 2.05 kg, tinggi badan 44 cm, secara normal. Setelah mendengar suara tangisnya aku merasa sangat lega, ternyata anakku lahir dengan sehat, apalagi setelah aku melihat fisiknya. Alhamdulillah…..tak henti-henti aku bersyukur, meskipun sebenarnya agak sedikit bingung, kenapa anakku lahir dgn berat badan yg kecil. Padahal usg terakhir, dokter mengatakan, bayi dalam kandunganku beratnya sudah mencapai 3 kg.

Meskipun Neira bayi yang paling mungil diantara bayi-bayi yang lain, tapi dia terlihat paling chubby dan cantik (karena yang lainnya bayi laki-laki hehehehe).

Sampai umur 2 bulan, neira tumbuh normal seperti bayi-bayi yang lain. Ketika control ke dokter untuk imunisasi, tiba-tiba dokter mengatakan ada kelainan pada jantung Neira, karena ketika di stetoskop, detak jantung Neira berisik (bergemuruh). Ada kemungkinan Neira mengalami kebocoran jantung.

Bagai di sambar petir di siang bolong, aku dan suamiku sama sekali gak siap dengar itu semua. Karena selama dua bulan ke belakang, Neira sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda kebocoran jantung. Seperti badan biru-biru. Saat itu aku masih belum percaya. Akhirnya dokter memberikan surat pengantar, agar Neira segera di ECHO pada RS. Harapan Kita.

Akhirnya, aku membawa Neira ECHO ke RS.Harapan Kita dan di tangani oleh Dr. Poppy S Roebiono, Sp JP. Ternyata hasilnya menunjukkan bahwa Neira memang mengalami kebocoran jantung, yaitu pada serambi. Yang biasa di sebut dengan ASD= Atrial Septal Defect / lubang di sekat serambi. Karena darah yang mengalir dari sirkulasi darah bersih ke darah kotor, maka Neira tidak biru (asianosis). Lubang dengan diameter 3mm. Kemungkinan besar kelainan jantung Neira merupakan Penyakit Jantung Bawaan (PJB). Yang sampai sekarang, aku masih belum tau apa penyebab Neira mengalami PJB.

Ternyata cobaan belum selesai, ketika Neira berumur 3,5 bulan, Neira terkena Diare akut, yang menyebabkan Neira harus di rawat di ruang ICU RS. Harapan Kita selama 10 hari. Aku sama sekali sudah putus asa. Melihat keadaan Neira, sangat kecil sekali harapan untuk pulih. Anakku yang mungil, terbujur lemas tak berdaya. Saat itu, aku melihatnya dari jauh. Neira sedang di tangani oleh dokter dan perawat. Aku hanya bisa menemui Neira pada saat jam besuk saja.

Tak ada usaha lain selain berdoa…berdoa…dan berdoa….memohon kepada Allah SWT, agar Neira diberi kesembuhan….

Jam besuk tiba….

Aku tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk melihat anakku tercinta….aku sangat ingin memeluknya….membisikkan kata….”maafkan mama sayang, mama tidak bisa menjaga mu dengan baik”…. Aku merasa sangat bersalah…… Setelah aku bertemu neira, aku tidak bisa membendung air mata, tubuh Neira ku yang mungil sudah di penuhi oleh alat-alat. Dikepala, sudah terpasang alat transfuse darah. Pada hidung, sudah terpasang sonde (maaf kalau penulisannya salah), berfungsi untuk memasukkan susu langsung ke lambung. Pada mulut, terpasang ventilator, untuk pernafasan, saat itu persentase-nya 30% nafas sendiri dan 70% oleh alat. Pada paha terpasang infuse. Serta kondisi pantat (maaf), luka krn asam yang di hasilkan oleh kotorannya.

Ya Allah…berikan aku kesempatan untuk melihat Neira sembuh…..hanya itu doa yg selalu aku minta…

Hari ke-2 dan ke-3 belum ada perubahan, hari ke-4 keadaan Neira sudah sedikit membaik. Persentase pernafasannya 50%-50%. Tapi ada masalah lain, tubuh Neira membengkak seperti balon. Neira terlihat sangat gemuk. Ternyata, protein di tubuh Neira terlalu berlebihan, sehingga darah tidak mampu membawa semua protein ke seluruh tubuh. Neira memerlukan Albumin. Akhirnya setelah menggunakan Albumin sebanyak 2 botol, barulah kondisi neira normal kembali. Hari ke-6, ventilator sudah di lepas, Alhamdulillah, Neira sudah mampu bernafas sendiri, transfuse darah pun sudah tidak dilakukan, luka di pantat pun sudah mulai mongering. Hari ke-7 Neira sadar, dia menangis, tapi tidak mengeluarkan suara, itu di sebabkan alat ventilator yg menekan pita suaranya. Hari ke-8 dan ke-9, kondisi Neira semakin membaik, yg penting sudah tidak diare lagi. Hari ke-10, Neira di coba untuk di pindahkan ke ruang perawatan, dengan sonde dan infuse yang masih menempel ditubuhnya.

Setelah dua minggu di ruang perawatan, Neira boleh pulang. Aku benar-benar sujud syukur kepada Allah SWT, doa ku dikabulkan…..

Setelah itu, pertumbuhan motorik Neira mulai terganggu, aku baru sadar ketika Neira umur 10 bulan, kok Neira lemes, sampai-sampai lehernya gak mampu tegak, akhirnya aku bawa konsultasi ke KTK RS.Fatmawati. Neira di haruskan CT Scan dan Berra. Hasil CT Scan terlihat ada rongga dikepala Neira, itulah yg menyebabkan Neira mempunyai lingkar kepala kecil, dan motoriknya terlambat. Sedangkan hasil Berra, Neira masih bias dibilang Normal, dalam arti dia bisa mendengar tapi dengan suara agak keras, telinga kanan 3 db, kiri 4db.

Saat ini, Neira menjalani terapi. Terapinya sendiri sudah dilakukan selama 1,5 tahun. Neira menjalankan terapi di RS. Hermina Depok. Dalam seminggu harus menjalankan 3 terapi yaitu Terapi Wicara, Fisioterapi dan Terapi Ocupasi. Alhamdulillah sudah banyak kemajuan. Sekarang Neira sedang belajar rembetan.

Terimakasih kepada mbak Tari, yang selalu memberi aku, suamiku dan Neira dukungan. Terima kasih juga, aku di beri kesempatan untuk curhat dib log ini….maaf ya mbak kepanjangan…..

Salam manis untuk Najwa yg cantik, semoga tambah pinter ya sayang…..

This entry was posted in Najwa. Bookmark the permalink.

4 Responses to Cerita dari Sahabat part III – Neira

  1. nahawan says:

    Maaf Mbak, boleh tau ga artinya neira itu apa? soalnya namanya unik.

  2. satya says:

    ‘mba. bagi-bagi tips perawatan anaknya. Anak saya ada kebocoran jantung, dan biru.T rus gimana ya dengan perkembangan berat badannya, serta kemampuan untuk jalan. Anak saya perempuan, umur 2 bulan. Namanya Salwa Azzahra.

  3. Multi says:

    untuk mba Tari dan mba Maya,
    Saya juga punya anak penderita cp, namanya Syifa, umur 7 th. tapi alhamdulillah perkembangannya sekarang sudah banyak, berjalan sudah bisa 30 langkah dengan memakai sepatu khusus (kalau tdk pake sepatu jalnnya jinjit dan tidak ada keseimbangan). Bahkan sekarang syifa sdh sekolah di TK umum. Anaknya lucu dan pintar sekali mennyaniy dan berjoget

  4. nani says:

    mb, nanya,gimana waktu diterapinya sampe bisa anaknya tegak kepalanya?diapain?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by WP Hashcash