kakinya sih mah nggak bisa jalan….

Suatu siang yang panas saat liburan lebaran….

“najwa kalo duduk kakinya ke depan jangan di tekuk ya…” begitu saya mengingatkan posisi duduknya yg sitting W, dengan sigap dia langsung merubah posisi duduknya dengan duduk silang seperti yg selalu diajarkan.

Kaki kirinya langsung dapat di posisikan silang dengan mudah, namun kaki kanannya yg kaku tersangkut dan najwa harus berusaha lebih keras lagi sampai akhirnya dia hilang keseimbangan dan jatuh .

Sambil memukul – mukul kaki kanannya najwa berkata
‘kakinya nya sih mah nggak bisa jalan…..’
‘kalo yg ini bisa……’ sambil menunjuk kaki kirinya…

duh……. ada sesuatu yg tiba2 saja membuat mata ini berkaca-kaca mendengar perkataannya.
selama bertahun-tahun berharap dan berusaha najwa bisa segera jalan dan berlari.
Apalagi kini najwa sepertinya lambat laun mulai mengerti akan keadaannya.
Daya nalar dan wicaranya berkembang bagus sehingga dia dapat mengkomunikasikan apa yg dia rasakannya.
Sebagai seorang ibu tetap saja hati ini ndak kuat mendengar perkatannya….
sabar ya sayang… sebentar lg najwa bisa jalan……

This entry was posted in Najwa. Bookmark the permalink.

2 Responses to kakinya sih mah nggak bisa jalan….

  1. bunda aisha says:

    sabar ya mba wawa, semangat mba wawa bisa jd penyemangat teman-teman yang lain.
    ade aisha jg sama seperti mba wawa kaki dan tangan kanannya kaku sulit buat berkordinasi, skrg sudah 2tahun sedang berusaha buat bisa berdiri tegak dan berjalan. semangat ya sayang…

  2. hanida says:

    Dear Ibu Tari,
    Saya terharu sekali membaca kisah Mba Wawa yang selalu bersemangat dan ceria demi berjuang melawan segala keterbatasannya akibat CP. Two thumbs up bagi Bu Tari yang rajin menulis mengenai perkembangan can crita seputar Najwa. Bu, saya bekerja di majalah kesehatan OTC DIGEST. Saya tersenyum kala membaca keinginan Mba Wawa untuk masuk majalah/TV. Karena kebetulan majalah saya ada rubrik Kisah, yang nercerita mengenai perjuangan seseorang melawan penyakit. Saya sangat tertarik untuk menuliskan cerita Najwa dalam rubrik tersebut. Jadi, keinginan Mba Wawa bisa terwujud, jika Ibu dan Bapak berkenan. Sekaligus juga membagi inspirasi bagi para pembaca kami, khsusunya bagi pembaca yang memiliki masalah yang sama. Bolehkah saya minta nomor kontak atau e-mail Ibu Tari? Terimakasih sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by WP Hashcash