Najwa kena cacar air

Ndak biasanya pagi ini najwa menolak minum susunya.
“mau muntah mah……”, begitu katanya
Badannya panas dan terasa lemas sekali.
Kuseka badannya biar terasa lebih segar sehabis bangun tidur,
Kulihat di dadanya ada benjolan kecil berair, ndak salah lagi Najwa sepertinya terkena cacar air.

Cacar air memang sedang ngetrend di daerah tempat tinggal kami,
Sebelumnya mas Rafli, sepupunya, juga ter-suspect cacar air, anak2 di lingkungan kami tinggal Sebagian besar juga tersuspect penyakit ini.

Selama 5 hari Najwa di sarankan dokternya utk tidak mandi dan selama tiga jam sekali cacarnya di oles salep Asiklovir,harganya per tube Rp.5000
Selain salep , dokternya juga memberikan obat penurun panas bila masih ada demam, puyer antibiotik dan puyer utk virus cacarnya dan bedak salicyl untuk mengurangi rasa gatalnya.
Selama 2 malam tidurnya najwa gelisah, bolak balik ndak nyenyak, bahkan seringkali terbangun dan mengeluh badannya yang gatal.
Aku memang melarangnya untuk menggaruk bentol-bentol cacarnya, kalau gatal bilang mamah nanti mamah olesin bedak lagi ya….
Alhamdulilah Najwa cukup cooperatif meski selama 3 hari aku izin dari kantor untuk menemaminya.

Selain tidak boleh mandi dokternya juga menyarankan utk tidak makan ayam negeri, telur,ikan atau makanan yang dapat menambah rasa gatal di badannya.
Kasian juga ya Najwa, padahal itu makanan kesukaannya dia semua, sabar ya nak…..

Cacar nya Najwa lumayan banyak yang keluar, bentol-bentol besar berwarna merah dan berair
Bahkan wajah dan kepalanya pun gak luput dari bentol2 nya,ndak tega lihat wajah anak mamah yang cantik dipenuhi bentol-bentol cacar berwarna merah yang ranum-ranum.
Harus rajin-rajin mengolesi salepnya, agar cacarnya cepat mengering dan ndak menimbulkan bekas.

Saat tulisan ini di buat Najwa sudah masuk hari ke lima di karantina, alhamdulilah cacarnya sudah mulai mengering, nafsu makannya berangsur normal, sudah lebih segar dan aktif ndak lemes, walaupun tetap belum boleh kemana-mana dulu.
Semoga cepat sembuh ya nak…. Dan mamah juga berdoa buat Tanti semoga adik ndak kena juga ya….hehhehehe……Amin….

Love
Mamah

Disadur dari http://id.wikipedia.org/wiki/Cacar_air

Cacar air atau Varicella simplex adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus varicella-zoster
Pada permulaannya, penderita akan merasa sedikit demam, pilek, cepat merasa lelah, lesu, dan lemah. Gejala-gejala ini khas untuk infeksi virus. Pada kasus yang lebih berat, bisa didapatkan nyeri sendi, sakit kepala dan pusing. Beberapa hari kemudian timbullah kemerahan pada kulit yang berukuran kecil yang pertama kali ditemukan di sekitar dada dan perut atau punggung lalu diikuti timbul di anggota gerak dan wajah.
Kemerahan pada kulit ini lalu berubah menjadi lenting berisi cairan dengan dinding tipis. Ruam kulit ini mungkin terasa agak nyeri atau gatal sehingga dapat tergaruk tak sengaja. Jika lenting ini dibiarkan maka akan segera mengering membentuk keropeng (krusta) yang nantinya akan terlepas dan meninggalkan bercak di kulit yang lebih gelap (hiperpigmentasi). Bercak ini lama-kelamaan akan pudar sehingga beberapa waktu kemudian tidak akan meninggalkan bekas lagi.
Lain halnya jika lenting cacar air tersebut dipecahkan. Krusta akan segera terbentuk lebih dalam sehingga akan mengering lebih lama. kondisi ini memudahkan infeksi bakteri terjadi pada bekas luka garukan tadi. setelah mengering bekas cacar air tadi akan menghilangkan bekas yang dalam. Terlebih lagi jika penderita adalah dewasa atau dewasa muda, bekas cacar air akan lebih sulit menghilang.
Selama 5 hari setelah ruam mulai muncul dan sampai semua lepuh telah berkeropeng. Selama masa karantina sebaiknya penderita tetap mandi seperti biasa, karena kuman yang berada pada kulit akan dapat menginfeksi kulit yang sedang terkena cacar air. Untuk menghindari timbulnya bekas luka yang sulit hilang sebaiknya menghindari pecahnya lenting cacar air. Ketika mengeringkan tubuh sesudah mandi sebaiknya tidak menggosoknya dengan handuk terlalu keras. Untuk menghindari gatal, sebaiknya diberikan bedak talk yang mengandung menthol sehingga mengurangi gesekan yang terjadi pada kulit sehingga kulit tidak banyak teriritasi. Untuk yang memiliki kulit sensitif dapat juga menggunakan bedak talk salycil yang tidak mengandung mentol. Pastikan anda juga selalu mengkonsumsi makanan bergizi untuk mempercepat proses penyembuhan penyakit itu sendiri. Konsumsi buah- buahan yang mengandung vitamin C seperti jambu biji dan tomat merah yang dapat dibuat juice.
Varicella ini sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan adanya serangan berulang saat individu tersebut mengalami panurunan daya tahan tubuh. Penyakit varicella dapat diberi penggobatan “Asiklovir” berupa tablet 800 mg per hari setiap 4 jam sekali (dosis orang dewasa, yaitu 12 tahun ke atas) selama 7-10 hari dan salep yang mengandung asiklovir 5% yang dioleskan tipis di permukaan yang terinfeksi 6 kali sehari selama 6 hari. Larutan “PK” sebanyak 1% yang dilarutkan dalam air mandi biasanya juga digunakan.
Setelah masa penyembuhan varicella, dapat dilanjutkan dengan perawatan bekas luka yang ditimbulkan dengan banyak mengkonsumsi air mineral untuk menetralisir ginjal setelah mengkonsumsi obat. Konsumsi vitamin C plasebo ataupun yang langsung dari buah-buahan segar seperti juice jambu biji, juice tomat dan anggur. Vitamin E untuk kelembaban kulit bisa didapat dari plasebo, minuman dari lidah buaya, ataupun rumput laut. Penggunaan lotion yang mengandung pelembab ekstra saat luka sudah benar- benar sembuh diperlukan untuk menghindari iritasi lebih lanjut.

This entry was posted in Najwa. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by WP Hashcash