Di penghujung Maret 2015 kami di berikan nikmat “sakit”  secara bergantian , bermula dari kondisi KK najwa yang panas demam, batuk dan pilek yang  tidak berkesudahan, obat yang diberikan dokternya pun sudah habis tapi panas badannya tidak kunjung turun. Kami memutuskan untuk membawanya ke dokter lagi, kami khawair demamnya adalah gejala dari penyakit lainnya yang menyerang tubuh kk, belum sempat kami membawanya ke dokter, De Tanti mengeluh kepalanya pusing dan benar saja ketika saya raba kepalanya panas sekali, saya berikan obat penurun panas yang semoga saja dapat meredakan panas tubuhnya dan berdoa semoga saja ini hanya demam biasa saja.

Selagi memberikan de Tanti penurun panas, sayup-sayup terdengar suara kakak dari arah kamar mandi “mamah..mamah…mamah…”

Ya Allah….setelah memberikan dd obat, aku bergegas menuju ke arah kamar mandi dan benar saja apa yang aku khawatirkan, aku melihat kakak jatuh terlungkup dengan kondisi kejang…..ya…kakak..kejang lagi……satelah setahun berlalu serangan kejang itu datang lagi. Tak tega rasanya melihat kk kejang seperti ini , tubuhnya bergetar hebat dan kaku, kk masih berusaha untuk memanggil “mamah..mamah..mamah…” Ya Allah….seandainya boleh….biarlah aku yang menggantikan sakitnya najwa…merasakan  yang dia rasakan ….tak tega melihat kk harus mengalami seperti ini lagi.

Kuberikan kk obat stesolid yang diberikan lewat duburnya, ku baluri tubuhnya dengan minyak kayu putih sambil ku pijit-pijit secara perlahan-lahan. Tak hentinya aku terus berdoa sambil memanggil namanya “kakak…kakak….najwa…..”

Perlahan-lahan kejangnya mulai berkurang, efek  obat stesolidnya mulai bekerja,  kk najwa sudah mulai sadar dan sudah dapat berkomunikasi kembali. Alhamdulilah…..

 

Setiap Manusia tidak minta untuk di lahirkan cacat

Jika setiap orang boleh memilih tentunya dia ingin di lahirkan normal

 

 

 

This entry was posted in Lain-Lain. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by WP Hashcash